Institusionalisasi Nilai Qur’ani dalam Program Tahfidz Entrepreneur di Pesantren Baitul Izzah Nusantara (BIN)
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses institusionalisasi nilai-nilai Qur’ani dalam program Tahfidz Entrepreneur di Pondok Pesantren Baitul Izzah Nusantara (BIN). Program ini merupakan model pendidikan terpadu yang menggabungkan hafalan al-Qur’an dengan praktik kewirausahaan sebagai implementasi visi pesantren “Hidup dan Menghidupi.” Menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta telaah dokumen kelembagaan. Analisis dilakukan menggunakan kerangka New Institutional Theory yang menekankan tiga bentuk isomorfisme: koersif, mimetik, dan normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Qur’ani berfungsi sebagai pilar normatif dominan yang membentuk legitimasi, arah kebijakan, dan struktur program Tahfidz Entrepreneur. Pilar normatif tersebut tidak hanya mengatur perilaku santri dan pengelola, tetapi juga melekat dalam kurikulum, praktik bisnis, dan budaya pesantren. Program ini membuktikan bahwa spiritualitas dapat berperan sebagai fondasi etis bagi aktivitas ekonomi produktif, sekaligus menciptakan model kelembagaan pesantren yang adaptif dan berkelanjutan. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis melalui konsep Institusionalisasi Qur’ani serta menghasilkan model praktis yang dapat direplikasi pada lembaga pendidikan Islam lainnya.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
How to Cite
References
Abdulhak, Ishak, and Ugi Suprayogi. “Penelitian Tindakan Dalam Pendidikan Nonformal.” Jakarta: PT RajaGrafindo Pustaka, 2012.
Abdullah, Muhammad Amin. “Islamic Studies in Higher Education in Indonesia: Challenges, Impact and Prospects for the World Community.” Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies 55, no. 2 (2017): 391–426.
Amin, A Rifqi. Pengembangan Pendidikan Agama Islam; Reinterpretasi Berbasis Interdisipliner. Lkis Pelangi Aksara, 2015.
Bafadhol, Ibrahim. “Lembaga Pendidikan Islam Di Indonesia.” Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam 6, no. 11 (2017): 14.
Chodijah, Siti, and Juni Ratnasari. “Integrasi Nilai Qur’ani Dalam Praktik Pertanian: Studi Living Qur’an Di Komunitas AgriQuran Bandung.” PERADA 8, no. 1 (2025).
DiMaggio, Paul J, and Walter W Powell. “The Iron Cage Revisited: Institutional Isomorphism and Collective Rationality in Organizational Fields.” American Sociological Review 48, no. 2 (1983): 147–60.
Greenwood, Royston, Renate E Meyer, Thomas B Lawrence, and Christine Oliver. “The Sage Handbook of Organizational Institutionalism,” 2017.
Jepperson, Ronald. “Institutions, Institutional Effects, and Institutionalism.” The New Institutionalism in Organizational Analysis, 1991, 143–63.
Liliweri, Alo. Prasangka Dan Konflik; Komunikasi Lintas Budaya Masyarakat Multikultur. LKiS Pelangi Aksara, 2005.
Meyer, John W, and Brian Rowan. “Institutionalized Organizations: Formal Structure as Myth and Ceremony.” American Journal of Sociology 83, no. 2 (1977): 340–63.
Najah, Aninda Tri Safinatun. “Evaluasi Program Kelas Tahfizh Al-Qur’an Dengan Model CIPP Di Pondok Pesantren Tahfidz Muhammadiyah Al Fattah Malang.” Jurnal Evaluasi Pendidikan 15, no. 2 (2024): 51–62.
Nasional, Departemen Pendidikan. “Kamus Besar Bahasa Indonesia.” Jakarta: Pusat Bahasa, 2008.
Nurcholida, Aida, Sugeng Hadi Utomo, and Agus Hermawan. “Spiritual Entrepreneurship Values in Student Life Skill Learning of Islamic Boarding School.” Int. J. Econ. Educ. Entrep 2, no. 2 (2022): 393–402.
Oliver, Christine. “Strategic Responses to Institutional Processes.” Academy of Management Review 16, no. 1 (1991): 145–79.
Pache, Anne-Claire, and Filipe Santos. “Inside the Hybrid Organization: Selective Coupling as a Response to Competing Institutional Logics.” Academy of Management Journal 56, no. 4 (2013): 972–1001.
PAMELA, S TOLBERT. “The Institutionalization of Institutional Theory.” Studying Organization: Theory and Method, 1999, 169.
Saepudin, Juju. “Mutu Raudhatul Athfal Di Kota Jambi Dalam Perspektif Standar Pendidikan Anak Usia Dini.” Penamas 30, no. 2 (2017): 163–82.
Salsabila, Hanna. “Implementasi Pelembagaan Al-Qur’an Dan Tafsir Melalui Lembaga Online: Studi Kasus Di Lembaga Qashwa.” Al Karima: Jurnal Studi Ilmu Al Quran Dan Tafsir 8, no. 2 (2024): 178–202.
Samsul Ma’arif, Samsul, Ahmadi Ahmadi, Dzikrulloh Dzikrulloh Dzikrulloh, and Naily Naily El Muna. “Pesantren Entrepreneurship: Harmonization of the Theories of Kasb Asy’ariyah and Locus of Control on Strengthening Santripreneur.” QIJIS: Qudus International Journal Of Islamic Studies 11, no. 1 (2023): 31–64.
Scott, W Richard. “Reflections on a Half-Century of Organizational Sociology.” Annu. Rev. Sociol. 30, no. 1 (2004): 1–21.
Tracey, Paul, Nelson Phillips, and Owen Jarvis. “Bridging Institutional Entrepreneurship and the Creation of New Organizational Forms: A Multilevel Model.” Organization Science 22, no. 1 (2011): 60–80.
Yulianto, Harry, Iryani Iryani, and Amiruddin Amrullah. “EDUCATIONAL STARTUP BUSINESS MODEL IN ISLAMIC PERSPECTIVE.” HUNAFA Jurnal Studia Islamika 21, no. 2 (2024): 233–53.
Zainuddin, Zainuddin, Aidah Aidah, Mustafiyanti Mustafiyanti, and Anis Susanti. “Reconstruction of Pesantren Education, Analyzing Independent Curriculum in Transforming Islamic Education in Indonesia.” Al-Munawwarah: Jurnal Pendidikan Islam 17, no. 1 (2025): 47–64.