At-Tadhmin : Journal of Islamic Financial Management
Vol. 2 No. 1 (2026)
At-Tadhmin: Journal of Islamic Financial Management Volume II Nomor 1 Tahun 2026, yang diterbitkan oleh Program Studi Manajemen Keuangan Syariah (MKS), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam PERSIS Garut, kembali hadir menyajikan ragam kajian strategis di lanskap ekonomi dan keuangan Islam. Pada edisi kali ini, At-Tadhmin berfokus pada diskursus yang menjembatani fondasi teoretis klasik dengan inovasi tata kelola ekonomi modern, mulai dari instrumen kebijakan fiskal daerah, pemberdayaan ekonomi desa, hingga manajemen filantropi berskala nasional.
Edisi ini memuat lima artikel pilihan yang memberikan kontribusi penting bagi perkembangan literatur keuangan syariah:
Rekonstruksi Akuntansi Keuangan Publik: Kajian pertama oleh Rully Ginanjar Anggadinata mengeksplorasi strategi manajemen risiko dan perlindungan harta (Hifzhul Mal) melalui kerangka rekonstruksi teoretis akuntansi syariah yang berbasis pada Maqashid Syariah.
Inovasi Pembiayaan Infrastruktur Daerah: Merespons tantangan desentralisasi fiskal, kajian dari Syahbudin Rahman menawarkan model konseptual Sukuk Daerah berbasis akad syariah sebagai instrumen alternatif pembiayaan infrastruktur ekonomi dan sosial yang mandiri.
Transformasi Tata Kelola BUMDes: Dalam ranah pemberdayaan ekonomi pedesaan, riset kolaboratif oleh Risma Putri Nurjanah, Aip Zaenal Mutaqin, dan Buldan Sani menyoroti urgensi literasi ekonomi syariah dalam mentransformasi tata kelola BUMDes, dengan lokus studi kasus di Desa Sukamulya, Kabupaten Garut.
Analisis Makroekonomi dan Filantropi Islam: Dayat Hidayat dan Zakie Shiddieqi menyajikan analisis empiris komprehensif mengenai sejauh mana variabel ekonomi makro memengaruhi tren penghimpunan dana ZIS (Zakat, Infak, dan Shadaqah) di Indonesia, dengan mengambil fokus pada kinerja BAZNAS periode 2015–2024.
Studi Historis Teori Moneter Klasik: Sebagai penutup, Mumad Nurjaman memperkaya khazanah pemikiran keilmuan melalui studi historis yang mengkaji konsep moneter, teori nilai uang, dan inflasi abad pertengahan dalam perspektif cendekiawan Muslim klasik, Al-Maqrizi.
Penerbitan volume ini diharapkan dapat menjadi rujukan akademis yang solutif dan komprehensif bagi para akademisi, peneliti, praktisi keuangan, serta pembuat kebijakan dalam mewujudkan ekosistem keuangan Islam yang berdaya tahan, inklusif, dan berkeadilan. Selamat membaca!
At-Tadhmin : Journal of Islamic Financial Management
Vol. 1 No. 1 (2025)
At-Tadhmin: Journal of Islamic Financial Management Volume I Nomor 1 Tahun 2025 menandai peluncuran edisi perdana dari jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Manajemen Keuangan Syariah (MKS), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam PERSIS Garut. Sebagai edisi pembuka, volume ini meletakkan fondasi diskursus yang kuat dengan menghadirkan kajian-kajian mutakhir yang mengawinkan prinsip-prinsip syariah dengan realitas ekonomi kontemporer, mulai dari digitalisasi aset, keberlanjutan lingkungan, hingga kritik terhadap korporatisme digital.
Edisi perdana ini menyajikan lima artikel pilihan yang mencerminkan keragaman dan kedalaman fokus kajian At-Tadhmin:
Dampak Pembiayaan Syariah pada UMKM: Mengawali edisi ini, riset empiris dari Dzikri Tajdid Al Fikri, Aip Zaenal Mutaqin, dan Zakie Shiddieqi menganalisis secara mendalam pengaruh pembiayaan BPRS Harum Hikmah Nugraha terhadap laju pertumbuhan UMKM sektor perdagangan, dengan mengambil studi kasus di Kecamatan Samarang.
Fikih Kontemporer dan Aset Digital: Merespons disrupsi teknologi keuangan, Rully Ginanjar Anggadinata mengeksplorasi aset tak berwujud dan konsep harta dalam fikih kontemporer, menyajikan analisis kehalalan cryptocurrency (kripto) berdasarkan kajian komprehensif pada platform "Cryptosharia".
Inovasi Filantropi Ekologis: Mumad Nurjaman memperkenalkan pendekatan progresif dalam pengelolaan zakat melalui konsep Green Zakat, yang diposisikan sebagai instrumen strategis filantropi Islam untuk mewujudkan keberlanjutan lingkungan sekaligus kesejahteraan sosial.
Etika Ekonomi dan Ketimpangan: Mengkaji isu makroekonomi yang fundamental, Zakie Shiddieqi menyoroti problematika ketimpangan distribusi kekayaan di tengah pertumbuhan ekonomi, serta bagaimana etika ekonomi Islam menawarkan solusi pemerataan yang berkeadilan.
Kritik atas Korporatisme Digital: Menutup edisi ini, Aip Zaenal Mutaqin memberikan sebuah refleksi kritis dan sosiologis melalui lensa The Iron Cage of Digital Corporatism, menelaah praktik dan dinamika tata kelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Kehadiran volume perdana ini diharapkan dapat menjadi pijakan awal yang kokoh bagi At-Tadhmin dalam membangun tradisi akademik yang kritis dan inovatif. Kami berharap ragam pemikiran yang disajikan dalam edisi ini mampu memantik diskusi lanjutan dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan manajemen keuangan Islam di era modern. Selamat membaca!