Hubungan Penggunaan Media Sosial dalam Mengakses Konten Psikologi Mengenai Gejala Gangguan Psikologis dengan Perilaku Self-diagnosis pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Garut Serta Implikasinya Terhadap Layanan Bimbingan dan Konseling

Main Article Content

Audi Asri
Leili Agustina Syadiah

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penggunaan media sosial dalam mengakses konten psikologi mengenai gejala gangguan psikologis, Gambaran perilaku self-diagnosis, serta hubungan antara kedua variabel pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Garut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 225 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling dari populasi 513 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui angket yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Analisis data meliputi analisis deskriptif, uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, dan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penggunaan media sosial dan perilaku self-diagnosis berada pada kategori sedang. Uji korelasi Spearman memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi sebesar 0,723 yang menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat antara penggunaan media sosial dalam mengakses konten psikologi mengenai gejala gangguan psikologis dengan perilaku self-diagnosis. Hasil perhitungan koefisien determinasi menunjukkan nilai sebesar 52,27% yang mengindikasikan bahwa penggunaan media sosial dalam mengakses konten psikologi memiliki keterkaitan sebesar 52,27% dengan perilaku self-diagnosis, sedangkan 47,73% lainnya berkaitan dengan faktor-faktor lain. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi penggunaan media sosial dalam mengakses konten psikologi, semakin tinggi pula kecenderungan siswa melakukan self-diagnosis.

Article Details

Section
Articles