Konsep Jiwa dalam Pemikiran Imam Al-Ghazali dan Relevansinya terhadap  Pengembangan Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam

Main Article Content

Haribaan Aly Aly
Daris Tamin

Abstract

Konsep Bimbingan dan Konseling (BK) Pendidikan Islam pada saat ini masih 
didominasi oleh pendekatan psikologi modern yang sebagian besar berakar 
pada paradigma Barat, sementara pemikiran filsafat Islam, khususnya 
konsep jiwa (nafs) menurut Imam Al-Ghazali, belum banyak dikonstruksi 
sebagai landasan konseptual dalam pengembangan teori maupun praktik BK. 
Kondisi tersebut menyebabkan identitas epistemologis BK Pendidikan Islam 
belum terbentuk secara komprehensif sehingga integrasi aspek spiritual, 
moral, intelektual, dan psikologis peserta didik belum optimal. Penelitian ini 
bertujuan untuk menganalisis konsep jiwa dalam pemikiran Imam Al-Ghazali 
serta mengkaji relevansinya terhadap pengembangan Bimbingan dan 
Konseling Pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif 
dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari 
karya-karya utama Imam Al-Ghazali, seperti Ihya' Ulum al-Din, Mizan al
'Amal, dan Kimiyā' al-Sa'ādah, serta artikel ilmiah nasional dan internasional 
yang dipublikasikan pada periode 2021–2026. Analisis data dilakukan 
melalui content analysis dan analisis tematik untuk mengidentifikasi konsep
konsep utama serta relevansinya dengan teori BK kontemporer. Hasil 
penelitian menunjukkan bahwa konsep jiwa Al-Ghazali yang meliputi nafs, 
qalb, ruh, dan 'aql, beserta proses tazkiyatun nafs, memiliki relevansi yang 
kuat sebagai landasan filosofis dalam pengembangan BK Pendidikan Islam. 
Konsep tersebut mendukung pembentukan pribadi yang seimbang antara 
dimensi spiritual, emosional, intelektual, dan moral, sekaligus memperkuat 
tujuan layanan BK yang berorientasi pada pengembangan fitrah manusia. 
Penelitian ini memberikan kontribusi berupa rekonstruksi konseptual 
konsep jiwa Imam Al-Ghazali sebagai dasar pengembangan teori Bimbingan 
dan Konseling Pendidikan Islam yang lebih holistik, kontekstual, dan berakar 
pada khazanah keilmuan Islam.

Article Details

Section
Articles