Bimbingan Kelompok Berbasis Modelling untuk Pengembangan Kecerdasan Emosi Remaja di Pesantren
Main Article Content
Abstract
Kecerdasan emosional merupakan aspek penting dalam perkembangan remaja, terutama dalam mendukung keberhasilan belajar dan interaksi sosial. Namun, banyak siswa usia SMP yang menunjukkan gejala rendahnya kecerdasan emosional, seperti ketidakmampuan mengelola emosi, kurang percaya diri, dan kesulitan beradaptasi dalam kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas layanan bimbingan kelompok dengan teknik modelling dalam meningkatkan kecerdasan emosional siswa kelas VII di Pondok Pesantren Al Quran Al Fath. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 10 siswa yang dipilih secara purposif berdasarkan hasil angket kecerdasan emosional. Intervensi dilakukan melalui lima sesi bimbingan kelompok dengan penerapan teknik modelling simbolik, yang menekankan pada pembelajaran melalui pengamatan dan peniruan perilaku model. Instrumen yang digunakan berupa angket kecerdasan emosional yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis menggunakan uji paired sample t-test menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest (p < 0,001), yang mengindikasikan bahwa intervensi efektif dalam meningkatkan kecerdasan emosional siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan strategi bimbingan kelompok berbasis modelling serta menjadi acuan praktis bagi guru bimbingan dan konseling di lingkungan sekolah maupun pesantren untuk mendukung pertumbuhan emosional siswa secara sistematis.