Al-Qur’an dan Kecerdasan Emosional-Spiritual: Analisis Penafsiran Ayat-Ayat Tentang Ihsan Perspektif Konsep ESQ 165 Ary Ginanjar Agustian
Main Article Content
Abstract
Konsep kecerdasan manusia yang awalnya hanya terfokus pada aspek intelektual (IQ), kini berkembang dengan mengintegrasikan dimensi emosional (EQ) dan spiritual (SQ) sebagai penentu keberhasilan hidup yang lebih utuh. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji penafsiran ayat-ayat tentang ihsan dalam perspektif konsep ESQ 165 yang dikembangkan oleh Ary Ginanjar Agustian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka (library research), dengan metode analisis tafsir tematik (maudhu’i) dan pendekatan psikologi spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ary Ginanjar menafsirkan ayat-ayat ihsan secara fungsional dan aplikatif melalui pendekatan motivasional yang berlandaskan pada struktur ESQ 165 (1–6–5), yaitu ihsan, rukun iman, dan rukun Islam. Penafsiran ini menekankan pentingnya proses pembersihan batin (Zero Mind Process) untuk mengakses potensi ilahiyah dalam diri manusia (God Spot), sehingga terbentuk pribadi yang seimbang secara emosi, spiritual, dan moral. Artikel ini merekomendasikan perlunya pengembangan pendekatan tafsir yang bersifat transformatif dan integratif, agar pesan-pesan Al-Qur’an semakin kontekstual dan berdampak pada penguatan karakter umat di era modern.